Slide # 1

Slide # 1

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Senin, 21 Juni 2010


Angket Pemilihan Ekskul Terfavorit

2009/2010

Hari/tanggal : ………………….

Pilihlah 3 Ekstrakulikuler yang menurut Anda layak untuk Menjadi ekskul Terfavorit dengan meberikan tanda (ΓΌ).

¨ Basket

¨ ECC

¨ FMIKA

¨ GEMPALA

¨ KIR

¨ KJS

¨ Marawis

¨ Naady Al-Arabi

¨ Paduan Suara

¨ PASKIBRA

¨ Pencak Silat

¨ PMR

¨ PRAMUKA

¨ ROHIS

¨ Sepak Bola

¨ Tari Saman

¨ Teater

Rabu, 16 Juni 2010

"YANG TIDAK BISA DIUCAPKAN AYAH"

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya..
Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit
membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa
bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa
berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.. ..
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke
rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan
untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan
mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata
hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan
menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi
dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang
tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang
panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah
selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam
segala hal..

Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika membagikannya kepada teman-teman yang lain.

Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi
dibalik hatinya.*

Debat Kusir Tentang Ayam

Melihat ayam betinanya bertelur, Baginda tersenyum. Beliau memanggil pengawal agar mengumumkan kepada rakyat bahwa kerajaan mengadakan sayembara untuk umum. Sayembara itu berupa pertanyaan yang mudah tetapi memerlukan jawaban yang tepat dan masuk akal. Barangsiapa yang bisa menjawab pertanyaan itu akan mendapat imbalan yang amat menggiurkan. Satu pundi penuh uang emas. Tetapi bila tidak bisa mejawab maka hukuman yang menjadi akibatnya.
Banyak rakyat yang ingin mengikuti sayembara itu terutama orang-orang miskin. Beberapa dari mereka sampai meneteskan air liur. Mengingat beratnya hukuman yang akan dijatuhkan maka tak mengherankan bila pesertanya hanya empat orang. Dan salah satu dari para peserta yang amat sedikit itu adaalah Abu Nawas. Aturan main sayembara itu ada dua. Pertama, jawaban harus masuk akal. Kedua, peserta harus mampu menjawab sanggahan dari Baginda sendiri.
Pada hari yang telah ditetapkan, para peserta sudah siap di depan panggung. Baginda duduk di atas panggung. Beliau memanggil peserta pertama. Peserta pertama maju dengan tubuh gemetar. Baginda bertanya, “Manakah yang lebih dahulu, telur atau ayam ?” Peserta pertama menjawab, “Telur.” “Apa alasannya ?” tanya Baginda. “Bila ayam lebih dahulu, itu tidak mungkin, karena ayam berasal dari telur.” Kata peserta pertama menjelaskan. “Kalau begitu siapa yang mengerami telur ?” sanggah Baginda. Peserta pertama pucat pasi, wajahnya mendadak putih seperti kertas. Ia tidak bisa menjawab. Tanpa ampun ia langsung dimasukkan ke dalam penjara.
Kemudian peserta kedua maju. Ia berkata, “Paduka yang mulia, sebenarnya telur dan ayam tercipta dalam waktu yang bersamaan.” “Bagaimana bisa bersamaan ?” tanya Baginda. Bila ayam lebih dahulu itu tidak mungkin karena ayam berasal dari telur. Dan bila telur lebih dahulu itu juga tidak mungkin karena telur tidak bisa menetas tanpa dierami.” kata peserta kedua dengan mantap. “Bukankah ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan ?” sanggah Baginda memojokkan. Peserta kedua bingung, ia pun dimasukkan ke dalam penjara.
Lalu giliran peserta ketiga. Ia berkata “Tuanku yang mulia, sebenarnya ayam tercipta lebih dahulu daripada telur.” “Jelaskan alasanmu !” kata Baginda. “Menurut hamba, yang pertama tercipta adalah ayam betina.” Lata peserta ketiga meyakinkan. “Lalu bagaimana ayam betina bisa beranak-pinak seperti sekarang, sedangkan ayam jantan tidak ada ?” kata Baginda memancing. “Ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan. Telurnya dierami sendiri, lalu menetas dan menurunkan anak ayam jantan. Kemudian menjadi ayam jantan dewasa dan mengawini induknya sendiri.” Peserta ketiga berusaha menjelaskan. “Bagaimana bila ayam betina mati sebelum ayam jantan yang sudah dewasa sempat mengawininya ?” Peserta ketiga tidak bisa menjawab sanggahan Baginda. Ia pun dimasukkan ke dalam penjara.
Kini giliran Abu Nawas. Ia berkata, “Yang pasti adalah telur dulu, baru ayam.” “Coba terangkan secara logis !” kata Baginda ingin tahu. “Ayam bisa mengenal telur, sedangkan telur tidak bisa mengenal ayam.” Kata Abu Nawas singkat. Agak lama Baginda Raja merenung. Dan kali ini Baginda tidak menyanggah alasan Abu Nawas.

Renungkanlah!


-->

Mengapa seorang biarawati yang tertutup dari kepala hingga ujung jari kaki ia dihormati karena membaktikan dirinya untuk Tuhan,
sedangkan jika seorang muslimah melakukannya, ia sering dicap "tertindas"?

Mengapa seorang Yahudi bisa memelihara janggutnya dan ia dipandang sedang melaksanakan kepercayaannya,
dan ketika seorang Muslim melakukannya ia adalah seorang ekstrimis?

Jika seorang wanita barat tinggal di rumah dan merawat rumah beserta anak-anaknya, ia dianggap tengah berkorban dan berbuat baik untuk rumahtangganya,
tetapi jika seorang perempuan Muslim melaksanakannya ia dianggap "perlu dimerdekakan".

Mengapa jika seorang anak meraih keberhasilan pada suatu disiplin ilmu, ia dianggap berpotensi,
tetapi jika ia membaktikan dirinya pada Islam, ia dianggap tak ada harapan?

Ketika seorang Kristen membunuh seseorang, agama tidak pernah disebut-sebut (contohnya teroris IRA),
tetapi ketika seorang Muslim dituduh dengan suatu tindakan kriminal, Islamlah seolah-olah yang diadili?

Tetapi kemudian, mengapa meskipun semua itu terjadi,
Islam tetap merupakan agama yang berkembang tercepat di dunia?

Renungkanlah selama 60 detik dan katakanlah!
Lihat apakah setan akan menghentikannya.

Yang perlu KITA lakukan adalah:
Ucapkan:
Subhaan-Allah
Alhamdu-Lillah
Allaahu-Akbar
Laa Ilaaha Illa-Allaahu Muhammadur Rasoolullah
Allaahumma Shalli `Alaa Sayyidina Muhammad-wa `Alaa Aalihi wa Shahbihi Wasallim

Ya Rabbul! Alamin....
Kemudian: lihatlah betapa kekuasaan Allah SWT berfungsi di dalam hidup KITA dalam melakukan hal-hal yang anda yakin dicintai oleh-Nya ..... Amin ya Rabbul Alamin!

Selasa, 01 Juni 2010

Struktur Kepengurusan

PPK (Pengurus Perwakilan Kelas) MAN 4 MODEL Jakarta

Periode 2009/2010

Badan Pengurus Harian (BPH) :


Ketua PPK : Muhammad Yasin (XI IPA 1)

Wakil Ketua : Nuril Huda Saifudinillah (X. 4)

Sekretaris : Fida Annisa (X. 6)

Bendahara : Amelia Rachmawati (X. 4)

Komisi-komisi :

· Komisi Keorganisasian (Komisi A)

Koordinator : Dewi Setiawati (XI IPA 3)

Anggota : Muhammad Syawaludin Mutiara Putra (X. 3)

· Komisi Anggaran Dana (Komisi B)

Koordinator : Ade Julia Safitri (XI ARAB)

Anggota : Afwa Mu’tazah (XI IPA 1)

· Komisi Program Kerja (Komisi C)

Koordinator : Putri Luthfiyah (XI IPA 1)

Anggota : Nurul Aulianisa (X. 5)

Struktur Kepengurusan

OSIS MAN 4 MODEL Jakarta

Periode 2009-2010

Badan Pengurus Harian (BPH) :

Ketua : Muhammad Abduh

Wakil Ketua I : Ifa Nur Diwani

Wakil Ketua II : Muhammad Panji Ranggamalela

Sekretaris Umum : Rahmi Abdah Kamila

Sekretaris I : Adly Ridho Amrinsyah

Sekretaris II : Himayatus Solihah

Bendahara : Mersiliya Sauliyusta

Bendahara I : Rahma Julianti

Seksi Bidang :

Seksi I

Koordinator : Husna Amatullah

Anggota : Hanan Qistina

Indah Ratna Sari

Farhan Syakirunni’am

Seksi II

Koordinator : Aldy Fachriansyah

Anggota : Qonitiya Nabilah

Rizqiyah Maulidiyah

Seksi III

Koordinator : Risa Agustia

Anggota : Dwi Putri Mitha Hendarwati

Luthfy Iman Eka Putra

Marisha Ayuardini

Sie IV

Koordinator : Muhammad Defriyan

Anggota : Mubasysyir Jamili

Debby Eldira Malbet

Sie V

Koordinator : Fakhri Hasan

Anggota : Ahmad Hafidz

Ilham Maulana

Sie VI

Koordinator : Nurul Anggraini

Anggota : Rahmadini Putri Fahruli

Anica Dien Raras

Rifantio Azhari

Sie VII

Koordinator : Trio Bagus Saputra

Anggota : Rayhan Mauludy Akbar

Dimas Wicaksono Wisnunanda

Dhineka Putri

Sie VIII

Koordinator : Cheryl Raissa Al-faruqi

Anggota : Rand Rasyid

Ika Masitoh Hermawati

Rosma Muna Musdalifah