Slide # 1

Slide # 1

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Senin, 25 Maret 2013

Ilmu Pengetahuan Tentang Cinta


Ilmu Pengetahuan Tentang Cinta,
Darimana, Apa, dan Bagaimana Cinta Bekerja,
Serta Rahasia Tentang Cinta Sejati

Tulisan ini terinspirasi dari kesadaran saya akan setiap maha karya kreatifitas manusia di dunia, dari mulai lagu, mitos dan dongeng, hingga berbagai kreasi lukisan, pahatan serta arsitektur. Apabila kita perhatikan bagaimana nyaris setiap karya tersebut terinspirasi dari ataupun bertemakan elemen romansa. Contoh yang paling mudah ditemukan adalah dalam dunia musik yang sepertinya tidak pernah kehabisan stok lagu-lagu tentang cinta.

Kenapa ya ?, Dan ternyata ketika saya search, dengan tepatnya ketemulah jawabannya di artikel ini: Kreatifitas Cinta. Dalam artikel tersebut menyebutkan, berdasarkan penelitian seorang psikolog, Jens Forster, dari University of Amsterdam yang berjudul Why Love Has Wings and Sex Has Not, maka dapat disimpulkan “cinta itu membuat kita cenderung berpikir lebih besar dan kreatif”.

Wow !, sebegitu hebatkah cinta itu..

Yup, selain itu cinta bagi saya adalah komponen yang membuat dunia ini hidup, tanpa cinta kita semua mungkin tidak pernah ada didunia ini. Konon manusia pertama didunia, Adam dan Hawa saling mencintai satu sama lain sehingga bisa memunculkan keturunan hingga akhirnya kita bisa terlahir disini. Tentu karena cinta jualah orangtua kita beserta seluruh orangtua dari orangtuanya kita dst. akhirnya mampu membesarkan kita semua sehingga kita semua bisa merasakan indahnya cinta juga. Maka sudah saatnyalah bagi kita untuk berterima kasih kepada sang pahlawan kita, - cinta. Dengan jalan mensyukurinya, yakni berupa menebarkan cinta itu ke dalam setiap perbuatan yang kita lakukan.

Selain daripada itu karena hal-hal tersebut pulalah timbul pertanyaan dibenak diri saya, Lantas sebenarnya ada apa sih dengan cinta ?”.

Melalui tulisan sederhana inilah akhirnya saya bermaksud untuk berbagi dengan Anda semua sedikit tentang perihal cinta yang telah saya ketahui.

Selamat menyimak...
Darimanakah Cinta Itu Berasal ?

Jika Anda menanyakan darimana cinta itu berasal tentu bisa dijawab dengan jawaban cinta itu berasal dari takdir Tuhan. Jawaban tersebut memang benar tetapi tidak memuaskan. :)

Secara ilmiah ini memang agak membingungkan, akan tetapi ilmu pengetahuan mengatakan, jawabanya adalah jatuh cinta itu berasal dari hidung lalu turun ke hati. Loh !? Bukan dari mata turun ke hati toh..!!??

Ya, memang begitulah adanya. Perasaan cinta yang kita rasakan muncul karena di dalam tubuh diproduksi beberapa zat-zat tertentu yang sedikit membius otak dan efeknya bisa disamakan dengan efek narkoba. Salah satu zat ini dinamakan feromon.

Istilah feromon berasal dari bahasa Yunani yaitu “phero” yang artinya “pembawa” dan “mone” “sensasi” (feromon = pembawa sensasi). Senyawa feromon sendiri didefinisikan sebagai suatu subtansi kimia yang berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh mahluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi. Senyawa feromon pada manusia terutama dihasilkan oleh kelenjar endokrin pada ketiak, telinga, hidung, mulut, kulit, dan kemaluan. Feromon aktif apabila yang bersangkutan telah akil balig. Feromon ini bisa mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh manusia lainnya (terutama otak). Contoh paling mudah adalah "bau badan". Hus jangan salah !, lepas dari jenis bau badan menyengat hingga bikin orang lain menjauh, setiap manusia punya bau yang khas dan menjadi ciri dirinya. Oleh para ahli dianalogikan bahwa bau badan itu seperti "sidik jari”. Jadi, kita masing-masing punya bau yang unik dan sangat berbeda dengan manusia lainnya. Dengan demikian feromon yang dihasilkan manusia, di masa depan bisa jadi salah satu identitas diri.

Sifat dari senyawa feromon sendiri tidak kasat mata, mudah menguap, tidak dapat diukur, tetapi ada dan dapat dirasakan oleh manusia. Senyawa feromon ini biasa dikeluarkan oleh tubuh saat sedang berkeringat dan dapat tertahan dalam pakaian yang kita gunakan. Feromon pada manusia merupakan sinyal kimia yang berada di udara yang tidak bisa dideteksi melalui bau-bauan tapi hanya bisa dirasakan oleh vomeronasalorgan (VMO) di dalam indra pencium. Sinyal feromon ini diterima oleh VMO dan dijangkau oleh bagian otak bernama hipotalamus. Di sinilah terjadi perubahan hormon yang menghasilkan respons perilaku dan fisiologis. Menimbulkan rasa ketertarikan antara dua orang berlainan jenis dengan bekerja sebagai pemicu dalam reaksireaksi kimia. Ketika dua orang berdekatan dan bertatapan mata, maka feromon akan tercium oleh organ tubuh manusia yang paling sensitiv yaitu VMO, organ dalam lubang hidung yang mempunyai kepekaan ribuan kali lebih besar daripada indera penciuman. Dari disinilah terjadi apa yang dinamakan dengan cinta. (he2. tampaknya jadi terdengar kurang romantis ya..)


Konon kemampuan tubuh untuk menghasilkan feromon berkurang setelah dua sampai empat tahun. Apakah ini berarti cinta itu hanya bersifat sementara?. Penasaran kan ?, makanya terus baca sampai habis tulisan ini.


Apa Sih Cinta Itu ?

Ada banyak definisi tentang cinta, ada yang bilang cinta itu takdir, cinta itu buta, cinta itu indah, cinta itu luapan emosi, cinta itu kagum atau menyukai sesuatu, dan lain sebagainya. Pernyataan diatas tentang cinta itu adalah benar, namun terlepas dari itu semua, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa cinta itu adalah proses biologis berupa reaksi kimia didalam tubuh kita.

Cinta dipengaruhi oleh pelepasan hormon/neurotransmitter. Hormon berasal dari bahasa Yunani “Horman” yang berarti “menggerakan”, atau dengan kata lain hormon adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok sel. Berbeda dengan feromon yang dapat menyebar keluar tubuh dan hanya dapat mempengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies), hormon hanya dapat menyebar di dalam tubuh. Saat kita mencintai seseorang maka dilepaslah hormonhormon yang membuat tubuh kita bereaksi, merasakan berbagai perasaan dan emosi.

Salah satu hormon yang dikeluarkan oleh tubuh itu adalah dopamin. Dopamin ini memiliki efek selayaknya kokaine. Ketika Anda bertemu seseorang yang Anda sukai, hormone dopamine ini bekerja dan sifatnya addictive. Artinya mereka yang menyukai pasangannya seakan-akan ketagihan untuk terus bertemu dengan orang yang disukainya itu.

Dalam proporsi yang tepat, dopamin menciptakan energi intens, kegembiraan, dan fokus perhatian, dan itulah sebabnya, ketika Anda baru jatuh cinta, Anda dapat tetap terjaga sepanjang malam, mendaki gunung lebih cepat, dan menekan batas kemampuan Anda.

Cinta membuat Anda lebih berani menjalani risiko yang biasanya tidak Anda ambil. (dalam dosis tinggi bisa jadi juga membuat Anda berani melakukan resiko seperti bunuh diri.. hiih sereem..).


Cinta Membuat Seseorang Menjadi Bahagia

“Aku tak bisa hidup tanpamu, kamu berada di aliran darahku,
kamu adalah nafasku, aku tak ingat makan, tak ingat minum,
tak ingat bobo, tak ingat mandi dll. semua itu karena mengingat kamu...”. 

Mungkin kata-kata lebay dan alay diatas tak asing lagi kita dengar dari mulut seseorang yang tengah dimabuk asmara. Dalang dibalik keadaan tersebut adalah hormon fenylethilamin. Selain hormon fenylethilamin ada juga hormon adrenalin. Sebagian pengaruh dari adrenalin ada yang mirip dengan fenylethilamin, yaitu mempercepat nafas. Selebihnya ada lagi hubungannya dengan, "tak ingat makan, tak ingat minum..". Ketika hormon ini bekerja, efek yang ditimbulkan dapat menghilangkan nafsu makan karena organ pencernaan jadi bekerja lebih lambat.

Nah, yang berikutnya rada-rada menakutkan. Rupanya, selain hormone dopamine yang bekerja selayaknya kokaine, ada juga hormon yang bekerja selayaknya morphine. Hormon ini bernama endorpin. Endorpin dikatakan adalah morfinnya tubuh karena memang sifatnya yang seperti morfin (tahukan morfin ?, masih sejenis narkoba juga loh..). Hormon ini sebenarnya hanya akan muncul ketika kita merasakan sakit, kegembiraan, dan orgasme. Namun, rupanya ketika kita jatuh cinta, hormon ini juga bekerja, oleh karena itu orang yang jatuh cinta merasa bahagia (kadang-kadang membuat senyum-senyum sendiri).

Uniknya ketika Anda memakan cokelat, hormon endorpin ini juga akan dihasilkan. Itulah sebabnya ada baiknya apabila kita memberikan hadiah cokelat kepada pasangan kita.

Selain itu ada juga vasopresin. Hormon ini memiliki peranan dalam kegiatan sexual. Hormon ini dapat menekan sekresi air, berperan sebagai antidiuretik yang dapat mengatur pengeluaran urin. Tanpa hormon ini, Anda sudah pasti memerlukan bantuan pampers karena tidak bisa mengatur air kencing sendiri.

Dan yang terakhir adalah oxytocine yang merupakan hormon yang terkait dengan perasaan kepuasan. Ketika Anda memeluk atau membelai pasangan Anda, hormon ini akan dihasilkan di hipotalamus.


Cinta Membuat Seseorang Menjadi GILA

Saat kita jatuh cinta, bagian otak yang bertugas sebagai pengontrol depresi dan analisis, sama sekali tidak bekerja, sebaliknya bagian otak pengontrol intuisi, rasa "ser-seran" dan bagian otak yang bekerja merespon obat bekerja dengan aktif.

Kesimpulannya Menurut psikiater dan asisten klinik psikiater di University of California San Francisco School of Medicine, Dr. Thomas Lewis, dalam bukunya yang bertajuk A General Theory of Love mengatakan, “jatuh cinta memang bukan merupakan fungsi otak, jatuh cinta itu lebih merupakan fungsi saraf “. Jadi tidak heran kenapa orang yang jatuh cinta kerap melakukan hal-hal bodoh, karena mereka -mungkin- "bekerja" tanpa menggunakan otak. (hahaha)

Mengingat penelitian biologi saat ini, tampaknya bahwa ungkapan "jatuh cinta membuat gila" bukan hanya metafora. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa jatuh cinta secara fisiologis mirip dengan penyakit mental. Misalnya saja gangguan seperti OCD (Obsessive-Compulsive Disorder). Si penderita OCD biasanya mempunyai pikiran tertentu yang tak dapat dilenyapkannya (obsesi) atau melakukan suatu tindakan berulang-kali tanpa kendali (kompulsi). Hal ini berkaitan dengan ketidakseimbangan serotonin, dan ketika dipelajari, peneliti menemukan bahwa seseorang yang jatuh cinta memiliki kadar serotonin 40% di bawah normal.

Adakah Yang Namanya Cinta Sejati Itu ?

Yup, tanpa diragukan lagi cinta sejati itu memang ada, buktinya kita bisa melihat pasangan kakek-nenek yang tetap saling mencintai sampai ajal memisahkan mereka.

Bagiamanakah Cara Untuk Menciptakan Cinta Sejati ?

Sebelumnya kita harus mengerti dulu apa itu “cinta sejati”. Ada banyak definisi cinta sejati, jumlahnya tak terhitung saking banyaknya. Namun kita tak perlu bingung. Toh kebanyakan definisi itu merupakan hasil pemikiran subyektif dan tidak logis. Supaya tidak terjebak dalam kebingungan, lebih baik kita bersandar pada definisi cinta sejati yang ilmiah, obyektif, dan logis.

Salah satu definisi yang ilmiah, obyektif dan logis itu dikemukakan oleh M Scott Peck dalam The Road Less Travelled. Ia mendefinisikan cinta sebagai “kemauan untuk mengembangkan diri sendiri dengan maksud memelihara pertumbuhan spiritual diri sendiri atau perkembangan spiritual orang lain”.

Ungkapan “dengan maksud” pada definisi tersebut digarisbawahi karena tujuanlah yang terutama membedakan antara cinta dan yang bukan cinta. Dengan demikian, cemburu buta atau pun upaya mengekang sang kekasih (walau dengan alasan demi menjaga keselamatannya) bukanlah cinta sejati.

Dalam pada itu, untuk memelihara perkembangan spiritual orang lain yang kita cintai, kita perlu lebih dulu mengembangkan diri sendiri.

  
Mengapa demikian? M Scott Peck menerangkan:
  “Bila kita mencintai seseorang, cinta kita dapat dibuktikan atau
diwujudkan hanya dengan cara pengerahan tenaga kita sendiri….
Cinta bukan tanpa usaha. Sebaliknya, cinta itu penuh dengan
usaha”.

Nah, sekarang mari kembali ke bagian ilmu pengetahuannya. Pasangan dalam hubungan jangka panjang dan bahagia berarti telah beralih dari kedaan dimabuk asmara akibat dopamin- ke induksi oxytocin tenang. Oksitosin selain terkait dengan perasaan kepuasan sebagaimana dituliskan sebelumnya adalah hormon peptida yang mempromosikan rasa ikatan dan hubungan dan dilepaskan selama menyusui, pelukan, dan orgasme.

Pasangan yang berhasil dalam mencari cara untuk merangsang pelepasan oksitosin dalam satu sama lain lebih cenderung senang untuk tetap selalu bersama. Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk merangsang pelepasan oksitosin, dan dengan demikian tetap saling terhubung dan bahagia dengan pasangan? (syuut... khusus buat kelangengan hubungan suami-istri !!)



Inilah rahasianya :
1)      Seringlah berpelukan!.
2)      Saling memandangi satu sama lain ketika Anda sedang berbicara atau sedang berduaan.
3)      Melakukan petualangan bersama-sama, seperti mengunjungi tempat-tempat baru, naik roller coaster, berolahraga bersama, dll.
4)      Tertawa bersama.
5)      Saling memberi pijatan.
6)      Setiap kali konflik terjadi, sebelum meningkat menjadi marah.

Segeralah terhubung secara fisik dengan satu sama lain (berpegangan tangan, memeluk, dll), bernapas bersama-sama selama beberapa menit, kemudian bicara.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa membaca artikel-artikel berikut :
1.      About Love
2.      Biology of Love
3.      How To Make Anyone Fall In Love With You
4.      The Chemistry of Love
5.      The Magic of Love
6.      The Science of Love
7.      The Science of Love (I Get Kick of You)

Dengan demikian artikel-artikel diatas sekaligus juga menutup akhir dari tulisan yang masih banyak kekurangannya ini, akhir kata dari saya semoga bermanfaat !

Referensi :
Semua Link dalam tulisan diatas adalah referensi tulisan ini.


Referensi Gambar :

http://kolojengking.files.wordpress.com/2009/07/love.jpg
http://lh4.ggpht.com/borneomonkey/SJwFCcoemmI/AAAAAAAAC0k/2Iz
axGNIb-I/s800/LoveLove.jpg


Tentang Penulis :

Yoga P.W. lahir pada tanggal 31 Maret 1989 di perkampungan suku Sunda, tepatnya di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Saat ini penulis sedang mengenyam pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer program S1 angkatan ke-2 yakni angkatan 2006.

Pemuda sederhana yang memiliki hobi menulis dan memulai tulis menulis sejak tahun 2007 ini memiliki keinginan untuk memajukan bangsa Indonesia dan bercita- cita menjadi seorang pendidik profesional. Motto hidupnya “hidup didunia hanya sekali” dengan tekad dan kepercayaan terhadap Allah SWT penulis selalu berusaha untuk tidak menyia-nyiakan setiap waktu yang diberikan untuknya.

Bandung, 19 Juni 2010, 0:57 WIB
Yoga PW

Selasa, 27 November 2012

Toleransi Islam untuk 25 Desember

Natal jelas bukan perayaan kaum Muslim, dan kaum Muslim harusnya tidak berkepentingan dengan itu. Namun jelas ada hubungannya dengan kaum Muslim mengingat sebagian besar daripada kita juga berhubungan dengan sesama kita yang merayakannya. Karena itu menjadi penting kiranya kita membahas bagaimana pandangan Islam tentang Natal dan seputarnya serta toleransi kita di dalamnya.
Sebagaimana yang kita ketahui, 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus Sang Mesias (Isa Al-Masih). Walaupun gereja Katolik menganggapnya begitu.
Encyclopedia Britannica (1946), menjelaskan, “Natal bukanlah upacara-upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”
Secara sains, dibuktikan tanggal 25 Desember adalah pertama kalinya matahari bergerak ke arah utara dan memberikan kehangatan setelah matahari berada di titik terendah di selatan pada 22-24 Desember (winter solstice) yang menyebabkan bumi berada di titik terdingin.
Karena itulah orang Yunani pada masa awal merayakan lahirnya Dewa Mithra pada 25 Desember, dan orang Latin merayakan hari yang sama sebagai kelahiran kembali Sol Invictus (Dewa Matahari pula)
Singkatnya, Bila kelahiran Yesus disangka 25 Desember, maka itu adalah kesalahan yang nyata
Namun, bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah bahwa umat Kristen telah menjadikan tanggal 25 bukan hanya sebagai peringatan, tapi perayaan kelahiran ‘Tuhan Yesus’ bagi mereka. Sehingga permasalahannya berubah menjadi permasalahan aqidah.
Karena itulah dalam Islam, kita pun dilarang ikut-ikutan merayakan Natal, karena itu adalah perayaan aqidah. Termasuk ikut memberikan ‘selamat natal’ atau sekadar ucapan ‘selamat’ saja. Karena sama saja kita mengakui bahwa Natal adalah hari lahir ‘Tuhan Yesus’ bagi mereka
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (TQS al-Maaidah [5] : 73)
Seringkali kita beralasan, “Tapi kan nggak enak, dia bos saya / teman saya / dll, masak saya nggak ngucapin, kalo dalam hati mengingkari kan gak papa, yang penting niatnya! Toleransi dong!”
Perlu kita sampaikan, niat apapun yang kita punya, apabila kita melakukan hal itu, maka sama saja hukumnya. Dan toleransi bukanlah mengikuti perayaan aqidah umat lain. Oleh karena itu harusnya kita lebih takut kepada Allah dibanding kepada manusia.
Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir (TQS al-Maaidah [5] : 44)
Lalu bagaimana toleransi Islam terhadap agama lain? Toleransi kita hanya membiarkan mereka melakukan apa yang mereka yakini tanpa kita ganggu. Itulah toleransi kita.
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku (TQS al-Kaafiruun [109] : 6)
Toleransi bukannya ikut-ikutan dengan kebablasan dan justru terjebak dalam kekufuran. Sebagai Muslim harusnya kita menyampaikan bahwa perayaan semacam ini adalah salah. Dan kalaupun toleransi, bukan berarti mengorbankan aqidah kita, mari kita ingat pesan Rasulullah
”Sungguh kamu akan mengikuti (dan meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu bagaikan bulu anak panah yang serupa dengan bulu anak panah lainnya, sampai kalaupun mereka masuk liang biawak niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula”. Sebagian sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, orang-orang Yahudi dan Nasrani-kah?” Beliau menjawab: ”Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR Bukhari dan Muslim)
Walhasil sekali lagi kita mengingatkan bahwa haram hukumnya di dalam Islam mengikuti perayaan Natal, juga termasuk mengucapkan ‘Selamat Natal/Selamat’ ataupun yang semisalnya. Mudah-mudahan Allah menunjuki kita dan mereka
Felix Siauw

Rabu, 02 November 2011

Medieninformatik (B.Sc.)

Umwelt-Campus Birkenfeld, Standort der Fachhochschule Trier - Hochschule für Wirtschaft, Technik und Gestaltung


 
Das Studium der Medieninformatik (Bachelor und Master) liegt an der Schnittstelle zwischen der kreativen Gestaltung digitaler Medien und ihrer Realisierung mit Mitteln der Informatik.
Medieninformatikerinnen und Medieninformatiker programmieren und gestalten an unserer FH z.B. eigene Filme, 3D-Animationen und Internetseiten. In praxisbezogenen Projekten und Wahlfächern programmieren die Studierenden z.B. interaktive Spiele und Apps für das iPhone und andere Geräte oder produzieren eigene Podcasts. Aufgrund ihrer breiten Befähigung für verschiedene Berufsfelder im Informationszeitalter sind die Berufsaussichten in der Medieninformatik besonders gut.
Studienverlauf
Das Medieninformatik Studium an unserer FH beginnt im Wintersemester oder alternativ im Sommersemester. Im Idealfall absolvieren Studentinnen und Studenten schon vor Beginn des Studiums ein 4-wƶchiges Grundpraktikum bei einer Firma ihrer Wahl. Fachlich qualifizierende Berufsausbildungen werden als Grundpraktikum anerkannt. Es ist aber auch problemlos mƶglich, das Grundpraktikum erst im Laufe des Studiums zu absolvieren. Grund- und Fachpraktikum müssen jedoch vor Beginn der Bachelor-Arbeit abgeschlossen sein. 
Das Studium der Medieninformatik gliedert sich in drei verschiedene Gruppen von Modulen. Die erste Gruppe umfasst die Informatik-Veranstaltungen, die gemeinsam mit dem Bachelor-Studiengang "Angewandte Informatik" besucht werden. Die zweite Gruppe von Modulen setzt sich aus den spezifischen Veranstaltungen des Fachgebiets "Medienkommunikation" zusammen. Studiengangsübergreifende Module wie "Kommunikation" oder "Mathematik" finden sich in der dritten Gruppe. 
Studieninhalte
Medieninformatik ist "kreative" Informatik. Von zentraler Bedeutung für Medieninformatiker/innen ist die Kunst, sowohl im Bereich der angewandten Informatik als auch im Bereich der Medienkommunikation über fundierte Kenntnisse und praktische Fähigkeiten zu verfügen. Die Informatikveranstaltungen des Studiums umfassen u.a. die Grundlagen der Informatik, Programmiersprachen und Software-Engineering. In den Modulen des Fachgebiets Medienkommunikation lernen die Studierenden die verschiedenen Medienarten kennen und entwickeln in zahlreichen Übungen und Projekten die Fähigkeit der multimedialen Gestaltung.
  • Computervisualistik (Bildbearbeitung)
  • AV-Medienproduktion (Audio/Video)
  • Medienpraxis (Medienprojekte in Teamarbeit)
  • Webdesign und Programmierung (Internetseiten)
  • 3D-Modellierung (Computergrafik)
Kommunikation, Fremdsprachen und vor allem die anhand vieler Projekte gefƶrderte TeamfƤhigkeit vervollstƤndigen die Ausbildung.
Die interdisziplinäre Ausrichtung des Studiums fördert gleichzeitig die Fähigkeit flexibel und innovativ zu denken und sich schnell in neue Themen einzuarbeiten. Ziel des Bachelor-Studiengangs Medieninformatik ist es, eine breite Befähigung für die vielfältigen und attraktiven Berufsfelder der Medieninformatik zu vermitteln.
Berufsfelder
Die Einsatzmƶglichkeiten der Absolventinnen und Absolventen der Medieninformatik sind sehr vielfƤltig. Sie reichen von den Berufsfeldern der klassischen Informatik (z.B. Software-Entwickler) bis zu den modernen Multimedia-Berufen (z.B. Internet-Designer). Medieninformatiker/innen arbeiten nach ihrem Studium oft an der Schnittstelle zwischen Informations- und Kommunikationstechnologie und neuen Medien. Sie konzipieren, programmieren und gestalten Multimedia-Programme. Sie entwickeln Anwendungen, die von attraktiven Internetauftritten über digitale Filmproduktionen bis zu modernen Web-Shops reichen. 
"Die Berufsaussichten des Medieninformatikers sind viel versprechend, da sein berufliches Profil den gegenwärtigen und vor allem auch den zukünftigen Anforderungen einer Dienstleistungs- und Informationsgesellschaft in hohem Maße entgegenkommt. Aufgrund seiner breit gefächerten, aber fundierten Ausbildung ist er - besonders im Bereich Medien - in der Lage in ganz neue Berufe der Informationsgesellschaft hineinzuwachsen."(Quelle: Staufenbiel, Job-Start, S.48)
Handys und Internet sind nur zwei Beispiele für die ständig wachsende Bedeutung moderner Informations- und Kommunikationstechnologien in fast allen Bereichen des Lebens. Immer mehr Medien-Unternehmen benötigen fundiertes Informatik Know-how und immer mehr traditionelle Firmen suchen Mitarbeiter, die über Medien Know-how verfügen. Der Abschluss "Bachelor of Science" in der Medieninformatik verspricht daher heute und in Zukunft sehr gute berufliche Perspektiven.


Bewerbung und Zulassung
Informationen zur Bewerbung und Zulassung finden Sie hier >
Allgemeine Informationen
Studienbeginn: zum Winter- und Sommersemester

Kontakt
Studierendensekretariat
Campusallee 9924, Zimmer 034 / 044
55768 HoppstƤdten-Weiersbach
Natalie Krutsch
Tel: +49 6782 17-1316
Brigitte Degünther
Tel: +49 6782 17-1315
E-Mail: studienservice@umwelt-campus.de
 
Fachspezifische BeratungProf. Dr. Tim Schƶnborn
Marketing, Kommunikation und Neue Medien
Tel: +49 6782 17-1142
E-Mail: medieninformatik@umwelt-campus.de
GebƤude: 9914 Raum: 128

Weitere Informationen zum Studiengang erhalten Sie auf der Webseite der Fachhochschule
Zur Webseite >

Regelstudienzeit: 6 Semester Abschluss: Bachelor of Science (B.Sc.) Akkreditierung: ja (AQAS) ZulassungsbeschrƤnkung: nein (derzeit kein N.C.) Studiengebühren: nein (nur normale SemesterbeitrƤge)Bewerbung zum Sommersemester:  Onlinebewerbung >
 

Studienprofil-211-332-10511

Sabtu, 05 Februari 2011

Amerika Ada Karena Indonesia

Amerika Ada Karena Indonesia
Agung Pribadi (Historivator)

Apakah kita bisa menjadi bangsa besar?
Apakah bangsa kita bisa mengubah dunia?

Kalau kita lihat sejarah, sebenarnya bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa yang mengubah dunia.
Berdirinya sebuah Amerika, salah satunya, adalah karena Indonesia.
Tidak percaya?

Mari kita lihat sejarah Amerika.
Banyak yang tidak tahu, kalau tidak ada Indonesia tidak ada Amerika.
Ya. Mau tahu bagaimana kisahnya?

Amerika terbentuk berawal dari Columbus menemukan benua Amerika.
Tahukah kenapa Columbus tidak sengaja menemukan benua Amerika?
Karena Columbus mau pergi ke Indonesia – ya ke Indonesia bukan India.
Pelaut asal Genoa, Italia tersebut berlayar dengan didanai Kerajaan Spanyol untuk mencari rempah-rempah ke Indonesia.
Di Eropa harga rembah-rempah asal Indonesia bisa dijual berlipat ganda.
(Ingat, India di tidak dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah).

Selama ini banyak orang menyangka bahwa yang dicari Columbus adalah negara India yang kita kenal sekarang,
Padahal maksudnya adalah Indonesia. Bahasa Inggrisnya Indie bahasa Belandanya Indische.
Negara-negara di Eropa masih menyebut Indonesia sebagai India sampai tahun 1949 ketika Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.
Nama Indonesia sendiri sebenarnya berasal dari kesalahpahaman ini. Nama Indonesia berasal dari kata Indu, bahasa Latin, artinya: India; Nesia, asal katanya adalah nesos, bahasa Yunani, artinya: kepulauan.

Bangsa Indonesia sendiri sampai tahun 1920-an masih menyebut India, misalnya PKI yang berdiri tahun 1920 kepanjangannya adalah adalah Perserikatan Komunis India. Yang pertama mempopulerkan nama Indonesia adalah Sukiman wiryosandoyo yang nantinya menjadi ketua Partai islam Masyumi. Ia yang mengubah nama Indonesische Vereniging menjadi Perhimpunan Indonesia.

Kembali lagi ke sejarah Amerika.
Jika kini Amerika kita kenal sebagai salah satu negara yang banyak mengubah dunia,
maka kita boleh bangga karena benua itu ditemukan karena salah satunya karena rempah-rempah Indonesia.

Di Amerika hari mendaratnya Columbus dijadikan libur nasional dengan nama Columbus Day.
Itu adalah hari ketika pelaut tersebut nyasar waktu menuju Indonesia.
Jadi tidak salah kan kalau saya bilang Amerika ada salah satunya karena Indonesia.

Apa yang bisa kita pelajari dari sejarah ini?
Bangsa kita sebenarnya secara alamiah punya segalanya untuk mengubah dunia.
Dulu sudah terbukti, sudah pernah terjadi.

Kini kita masih punya kekayaan alam yang melimpah,
punya posisi yang strategis dalam berbagai aspek.Tinggal bagaimana kita mampu mengoptimalkannya.
Kini saatnya kita maju bergerak untuk mengubah dunia.

Tentang penulis
Agung Pribadi adalah sarjana Sastra Jurusan Sejarah.
Saat ini Agung aktif sebagai historivator, penulis dan motivator yang bisa membangkitkan semangat
melalui pembelajaran sejarah.
Motto “Dari sejarah kita bisa melihat masa depan”
Agungpribadipenulis

Sabtu, 22 Januari 2011

Menteri Agama Kaji Madrasah Gratis

Surabaya (Pimnas)--Madrasah di Indonesia yang dikelola swasta kini mencapai sekitar 91,5 persen, sedangkan 8,5 persen dikelola oleh negeri. Dari 91,5 persen itu, banyak yang mengalami kendala di bidang biaya operasional sehingga Kementerian Agama membahas dan mengkaji madrasah gratis.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pihaknya masih memikirkan bagaimana meringankan sekolah madrasah swasta.

"Saya sudah meminta kanwil-kanwil se-Indonesia untuk mengkaji madrasah gratis. Apakah kita sanggup pendidikan madrasah gratis," ujar Menag Suryadharma Ali di hadapan peserta Kongres XIV GP Ansor di Asrama Haji Sukolilo, Kamis(13/1/2011) malam.

Suryadharma mengatakan, mengapa banyak madrasah yang dikelola swasta, namun kesulitan dana. Menurutnya, madrasah yang didirikan warga nahdliyin, pemuda Ansor, suntikan dananya dari yayasan. Namun, ia mengaku salut dengan perjuangan warga nahdliyin.

"Karena warga nahdliyin mempunyai semangat pengabdian ke masyrakat, agar masyarakat tidak ada yang buta huruf dan menerima masyarakat yang tidak mampu," tuturnya.

Ia mengatakan, sebelum akhir tahun 2011, pihaknya tetap mencarikan solusi, supaya madrasah gratis. "Kita akan melakukan simulasi dan insyallah bisa terlaksana," jelasnya.(dtc)

Senin, 17 Januari 2011

Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Anak

Prestasi dalam belajar merupakan dambaan bagi setiap orangtua terhadap anaknya. Prestasi yang baik tentu akan didapat dengan proses belajar yang baik juga. Belajar merupakan proses dari sesuatu yang belum bisa menjadi bisa, dari perilaku lama ke perilaku yang baru, dari pemahaman lama ke pemahaman baru.

Dalam proses belajar, hal yang harus diutamakan adalah bagaimana anak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan rangsangan yang ada, sehingga terdapat reaksi yang muncul dari anak.

Reaksi yang dilakukan merupakan usaha untuk menciptakan kegiatan belajar sekaligus menyelesaikannya. Sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang mengakibatkan perubahan pada anak sebagai hal baru serta menambah pengetahuan.

Dari uraian diatas jelaslah bahwa belajar merupakan kegiatan penting baik untuk anak-anak, bahkan juga untuk orang dewasa sekalipun.

Perlunya perhatian faktor lingkungan dapat mempengaruhi proses belajar. Suasana yang nyaman dan kondusif mengakibatkan proses belajar akan menjadi lebih baik. Termasuk juga keaktifan proses mental untuk sering dilatih, sehingga nantinya menjadi suatu kegiatan yang terbiasa.

Banyak sekali faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar atau prestasi belajar. Orangtua pun perlu untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar pada anak mereka, sehingga orangtua dapat mengenali penyebab dan pendukung anak dalam berprestasi. Berikut adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan:

FAKTOR DARI DALAM DIRI

Kesehatan

Apabila kesehatan anak terganggu dengan sering sakit kepala, pilek, deman dan lain-lain, maka hal ini dapat membuat anak tidak bergairah untuk mau belajar. Secara psikologi, gangguan pikiran dan perasaan kecewa karena konflik juga dapat mempengaruhi proses belajar.

Intelegensi

Faktor intelegensi dan bakat besar sekali pengaruhnya terhadap kemampuan belajar anak. Menurut Gardner dalam teori Multiple Intellegence, intelegensi memiliki tujuh dimensi yang semiotonom, yaitu linguistik, musik, matematik logis, visual spesial, kinestetik fisik, sosial interpersonal dan intrapersonal.

Minat dan motivasi

Minat yang besar terhadap sesuatu terutama dalam belajar akan mengakibatkan proses belajar lebih mudah dilakukan. Motivasi merupakan dorongan agar anak mau melakukan sesuatu. Motivasi bisa berasal dari dalam diri anak ataupun dari luar lingkungan

Cara belajar

Perlu untuk diperhatikan bagaimana teknik belajar, bagaimana bentuk catatan buku, pengaturan waktu belajar, tempat serta fasilitas belajar.

FAKTOR DARI LINGKUNGAN

Keluarga

Situasi keluarga sangat berpengaruh pada keberhasilan anak. Pendidikan orangtua, status ekonomi, rumah, hubungan dengan orangtua dan saudara, bimbingan orangtua, dukungan orangtua, sangat mempengaruhi prestasi belajar anak.

Sekolah

Tempat, gedung sekolah, kualitas guru, perangkat kelas, relasi teman sekolah, rasio jumlah murid per kelas, juga mempengaruhi anak dalam proses belajar.

Masyarakat

Apabila masyarakat sekitar adalah masyarakat yang berpendidikan dan moral yang baik, terutama anak-anak mereka. Hal ini dapat sebagai pemicu anak untuk lebih giat belajar.

Lingkungan sekitar

Bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu lintas dan iklim juga dapat mempengaruhi pencapaian tujuan belajar.

Dari sekian banyak faktor yang harus diperhatikan, tentu tidak ada situasi 100% yang dapat dilakukan secara keseluruhan dan sempurna. Tetapi berusaha untuk memenuhinya sesempurna mungkin bukanlah faktor yang mustahil untuk dilakukan.

Sabtu, 15 Januari 2011

Kepemimpinan Visioner

  • PEMIMPIN VISIONER

Kepemimpinan visioner, adalah pola kepemimpinan yang ditujukan untuk memberi arti pada kerja dan usaha yang perlu dilakukan bersama-sama oleh para anggota perusahaan dengan cara memberi arahan dan makna pada kerja dan usaha yang dilakukan berdasarkan visi yang jelas (Diana Kartanegara, 2003).

Kepemimpinan Visioner memerlukan kompetensi tertentu. Pemimipin visioner setidaknya harus memiliki empat kompetensi kunci sebagaimana dikemukakan oleh Burt Nanus (1992), yaitu:

  • Seorang pemimpin visioner harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan manajer dan karyawan lainnya dalam organisasi. Hal ini membutuhkan pemimpin untuk menghasilkan “guidance, encouragement, and motivation.”
  • Seorang pemimpin visioner harus memahami lingkungan luar dan memiliki kemampuan bereaksi secara tepat atas segala ancaman dan peluang. Ini termasuk, yang plaing penting, dapat “relate skillfully” dengan orang-orang kunci di luar organisasi, namun memainkan peran penting terhadap organisasi (investor, dan pelanggan).
  • Seorang pemimpin harus memegang peran penting dalam membentuk dan mempengaruhi praktek organisasi, prosedur, produk dan jasa. Seorang pemimpin dalam hal ini harus terlibat dalam organisasi untuk menghasilkan dan mempertahankan kesempurnaan pelayanan, sejalan dengan mempersiapkan dan memandu jalan organisasi ke masa depan (successfully achieved vision).
  • Seorang pemimpin visioner harus memiliki atau mengembangkan “ceruk” untuk mengantisipasi masa depan. Ceruk ini merupakan ssebuah bentuk imajinatif, yang berdasarkan atas kemampuan data untuk mengakses kebutuhan masa depan konsumen, teknologi, dan lain sebagainya. Ini termasuk kemampuan untuk mengatur sumber daya organisasi guna memperiapkan diri menghadapi kemunculan kebutuhan dan perubahan ini.

Barbara Brown mengajukan 10 kompetensi yang harus dimiliki oleh pemimpin visioner, yaitu:

  • Visualizing. Pemimpin visioner mempunyai gambaran yang jelas tentang apa yang hendak dicapai dan mempunyai gambaran yang jelas kapan hal itu akan dapat dicapai.
  • Futuristic Thinking. Pemimpin visioner tidak hanya memikirkan di mana posisi bisnis pada saat ini, tetapi lebih memikirkan di mana posisi yang diinginkan pada masa yang akan datang.
  • Showing Foresight. Pemimpin visioner adalah perencana yang dapat memperkirakan masa depan. Dalam membuat rencana tidak hanya mempertimbangkan apa yang ingin dilakukan, tetapi mempertimbangkan teknologi, prosedur, organisasi dan faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi rencana.
  • Proactive Planning. Pemimpin visioner menetapkan sasaran dan strategi yang spesifik untuk mencapai sasaran tersebut. Pemimpin visioner mampu mengantisipasi atau mempertimbangkan rintangan potensial dan mengembangkan rencana darurat untuk menanggulangi rintangan itu
  • Creative Thinking. Dalam menghadapi tantangan pemimpin visioner berusaha mencari alternatif jalan keluar yang baru dengan memperhatikan isu, peluang dan masalah. Pemimpin visioner akan berkata “If it ain’t broke, BREAK IT!”.
  • Taking Risks. Pemimpin visioner berani mengambil resiko, dan menganggap kegagalan sebagai peluang bukan kemunduran.
  • Process alignment. Pemimpin visioner mengetahui bagaimana cara menghubungkan sasaran dirinya dengan sasaran organisasi. Ia dapat dengan segera menselaraskan tugas dan pekerjaan setiap departemen pada seluruh organisasi.
  • Coalition building. Pemimpin visioner menyadari bahwa dalam rangka mencapai sasara dirinya, dia harus menciptakan hubungan yang harmonis baik ke dalam maupun ke luar organisasi. Dia aktif mencari peluang untuk bekerjasama dengan berbagai macam individu, departemen dan golongan tertentu.
  • Continuous Learning. Pemimpin visioner harus mampu dengan teratur mengambil bagian dalam pelatihan dan berbagai jenis pengembanganlainnya, baik di dalam maupun di luar organisasi. Pemimpin visioner mampu menguji setiap interaksi, negatif atau positif, sehingga mampu mempelajari situasi. Pemimpin visioner mampu mengejar peluang untuk bekerjasama dan mengambil bagian dalam proyek yang dapat memperluas pengetahuan, memberikan tantangan berpikir dan mengembangkan imajinasi.
  • Embracing Change. Pemimpin visioner mengetahui bahwa perubahan adalah suatu bagian yang penting bagi pertumbuhan dan pengembangan. Ketika ditemukan perubahan yang tidak diinginkan atau tidak diantisipasi, pemimpin visioner dengan aktif menyelidiki jalan yang dapat memberikan manfaat pada perubahan tersebut.

Burt Nanus (1992), mengungkapkan ada empat peran yang harus dimainkan oleh pemimpin visioner dalam melaksanakan kepemimpinannya, yaitu:

  • Peran penentu arah (direction setter). Peran ini merupakan peran di mana seorang pemimpin menyajikan suatu visi, meyakinkan gambaran atau target untuk suatu organisasi, guna diraih pada masa depan, dan melibatkan orang-orang dari “get-go.” Hal ini bagi para ahli dalam studi dan praktek kepemimpinan merupakan esensi dari kepemimpinan. Sebagai penentu arah, seorang pemimpin menyampaikan visi, mengkomunikasikannya, memotivasi pekerja dan rekan, serta meyakinkan orang bahwa apa yang dilakukan merupakan hal yang benar, dan mendukung partisipasi pada seluruh tingkat dan pada seluruh tahap usaha menuju masa depan.
  • Agen perubahan (agent of change). Agen perubahan merupakan peran penting kedua dari seorang pemimpin visioner. Dalam konteks perubahan, lingkungan eksternal adalah pusat. Ekonomi, sosial, teknologi, dan perubahan politis terjadi secara terus-menerus, beberapa berlangsung secara dramatis dan yang lainnya berlangsung dengan perlahan. Tentu saja, kebutuhan pelanggan dan pilihan berubah sebagaimana halnya perubahan keinginan para stakeholders. Para pemimpin yang efektif harus secara konstan menyesuaikan terhadap perubahan ini dan berpikir ke depan tentang perubahan potensial dan yang dapat dirubah. Hal ini menjamin bahwa pemimpin disediakan untuk seluruh situasi atau peristiwa-peristiwa yang dapat mengancam kesuksesan organisasi saat ini, dan yang paling penting masa depan. Akhirnya, fleksibilitas dan resiko yang dihitung pengambilan adalah juga penting lingkungan yang berubah.
  • Juru bicara (spokesperson). Memperoleh “pesan” ke luar, dan juga berbicara, boleh dikatakan merupakan suatu bagian penting dari memimpikan masa depan suatu organisasi. Seorang pemimpin efektif adalah juga seseorang yang mengetahui dan menghargai segala bentuk komunikasi tersedia, guna menjelaskan dan membangun dukungan untuk suatu visi masa depan. Pemimpin, sebagai juru bicara untuk visi, harus mengkomunikasikan suatu pesan yang mengikat semua orang agar melibatkan diri dan menyentuh visi organisasi-secara internal dan secara eksternal. Visi yang disampaikan harus “bermanfaat, menarik, dan menumbulkan kegairahan tentang masa depan organisasi.”
  • Pelatih (coach). Pemimpin visioner yang efektif harus menjadi pelatih yang baik. Dengan ini berarti bahwa seorang pemimpin harus menggunakan kerjasama kelompok untuk mencapai visi yang dinyatakan. Seorang pemimpin mengoptimalkan kemampuan seluruh “pemain” untuk bekerja sama, mengkoordinir aktivitas atau usaha mereka, ke arah “pencapaian kemenangan,” atau menuju pencapaian suatu visi organisasi. Pemimpin, sebagai pelatih, menjaga pekerja untuk memusatkan pada realisasi visi dengan pengarahan, memberi harapan, dan membangun kepercayaan di antara pemain yang penting bagi organisasi dan visinya untuk masa depan. Dalam beberapa kasus, hal tersebut dapat dibantah bahwa pemimpin sebagai pelatih, lebih tepat untuk ditunjuk sebagai “player-coach.”