Slide # 1

Slide # 1

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Jumat, 30 Juli 2010

BOFMAN 010


"BOFMAN"?? apa sih "BOFMAN 010" ??
BOFMAN 010 itu kepanjangan dari Brithday Of MAN 4 Model Jakarta yang dirayain di tahun 2010 dengan suasana yang beda..

Maksud???
gniii cin maksudnyaa..
--> biasanyaaa setiap tahun kita ngelakuin yang namanya peringatan miladnya MAN 4 ini secara sederhana..
but..........
sekarang.. di tuJuh beLas tahUn na MAN 4 .. kita ngelakuin perubahan dengan mengadakan acara BOFMAN 010 secara yang cukup spektakuler.

BOFMAN 010 ini...
bertemakan THE PAST TO MORE ADVANCED yang fokusnya ke yang namanya CULTURE OF INDONESIA..
nah di umur Sweet Seven Teen nyaaa ini..
kita ngundang semuanya..siapa aja..yang mau ikutan ngeramein acara BOFMAN ini..
ajak tuh temen, sohib, best friend, ade, kakak, sepupu, cang, cing, nyak, babe dan sekeliber terusannya buat dateng ke acara kita...
aSaL.. jangan lupa nih bayar HTM nya
presale 15.000
pas Hari H 20.000
kamu mau lihat Ten 2 Five???
tenang aja ada ko!!
bersama band-band featuring lainnya.
dan gak ruginyaa kamu dapet 1 perdana im3 and 1 paket tony jack's.
and amazingnya kamu bisa ikutan doorprize 1 buah bb gemini and 1 buah imo


nah buat yang belum punya schedule tanggal 31 Juli 2010..
langsung aja masukkin acara BOFMAN 010 ke schedule kamu..
be there yaaaaa guys!!!

tux pemesanan ticket hubungi 08979193535 (ifa)

untuk info lebih lanjut..
langsung aja call or sms ke 021-26722793 (amy)

Kamis, 15 Juli 2010

Assalamualaikum..
Kebijakan Dan Sasaran Mutu
Written by Web Created By TIM ICT MAN 4 Model Jakarta

KEBIJAKAN MUTU MAN 4 JAKARTA

a. Menerapkan Sistem Manajemen mutu ISO 9001:2000.
b. Meningkatkan kepuasan siswa dan orang tua/wali siswa melalui peningkatan prestasi siswa dan pelayanan prima.
c. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan latihan,
d. Memaksimalkan pemanfaatan dan pemantapan segenap sumber daya (resources) yang tersedia.

SASARAN MUTU MAN 4 JAKARTA

1. Tercapainya kepuasan pelanggan (siswa dan orang tua/wali siswa) sebesar 80%.
2. Peningkatan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan melalui pendidikan dan latihan sebesar 40%.
3. Peningkatan kemampuan tenaga pendidik dalam bahasa Inggris :
a. Tenaga pendidik bahasa inggris mencapai TOEFL 500.
b. Tenaga pendidikan nonbahasa inggris mencapai TOEFL 450 sebanyak 20%.
c. Tenaga kependidikan mencapai TOEFL 450 sebanyak 40%.
4. Tercapainya tingkat kelulusan Ujian Nasional 100% dengan klasifikasi A,
5. Tercapinya peningkatan nilai rata-rata nilai UN minimal 0,2 dari tahun sebelumnya,
6. Tercapinya tignkat kelulusan SPMB sebesar 60% dari jumlah pendaftar pada perguruan tinggi terkemuka,
dan 95% pada seluruh perguruan tinggi negeri.
7. Tercapainya tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja sebesar 85% dari seluruh siswa yang tidak
melanjutkan ke pendidikan perguruan tinggi. 8. Terwujudnya prestasi pelanggan (siswa dan orang tua/wali siswa) sebesar 80%.
9. Terwujudnya prestasi sebesar 75% pada setiap lomba nonakademik eksternal, minimal masuk 3 besar
pada tingkat provinsi.
10. Terwujudnya promosi madrasah melalui lomba akademik atau nonakademik tingkat SLTP bermutu se-
Jabodetabek.
11. Terlaksananya sistem aplikasi keadministrasian sebanyak 5 fungsi (bagian).
12. Peningkatan kualitas SDM dalam bidang akademik, manajerial dan teknis melalui pendidikan dan
pelatihan sebesar 10%.
13. Peningkatan pelayanan kenaikan pangkat tepat waktu bagi tenaga pendidik dan kependidikan sebesar 90%,
14. Tercapainya kelengkapan sarana dan prasarana sebesar 100% sesuai standar BSNP.
15. Terlaksanya pengmebangan kurikulum sebesar 6 bidang studi.
16. Tercapainya pembelajaran bernuansa islam sebesar 85%.
17. Terlaksananya MoU (Memorendum of Understanding), dengan lembaga lain bertaraf nasional menimal 2
lembaga sebagai wadah pengembangan potensi siswa.
18. Tercapainya kehadiran tepat waktu bagi siswa, guru dan karyawan sebesar 90%.
19. Terealisasinya sosialisasi pemeliharaan 6K sesuai jadwal-jadwal yang ditetapkan sebesar 90%.
20. Tercapainya sosialisasi dokumentasi sistem manajemen mutu seluruh seluruh civitas akademika MAN 4
Model Jakarta dengan tingkat pemahaman sebesar 80%.

Minggu, 04 Juli 2010

OSIS

Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.


Latar belakang berdirinya OSISTujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Wawasan Wiyatamandala
Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
  1. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
  2. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
  3. mempertinggi budi pekerti,
  4. memperkuat kepribadian,
  5. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
  6. Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
  7. Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
  8. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Struktur organisasi
  • Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
  • Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
  • Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
  • Ketua Umum
  • Wakil Ketua I
  • Wakil Ketua II
  • Sekretaris Umum
  • Sektetaris I
  • Sekretaris II
  • Bendahara
  • Wakil Bendahara
  • Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.
Arti lambang
  • Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga
  • Buku terbuka
  • Kunci pas
  • Tangan terbuka
  • Biduk
  • Pelangi merah putih
  • Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas
  • Warna kuning
  • Warna coklat
  • Warna merah putih

Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.
Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasra dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:
Untuk mengimplementasikan Wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.
Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.
Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:
Dan biasanya dalam struktur kepengurusan OSIS memiliki beberapa pengurus yang bertugas khusus mengkoordinasikan masing-masing kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah.

Arti bentuk dan warna lambang OSIS:

Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.
Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.
Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.
Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.
Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.
Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.
Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.
Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.
Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran